Penyebab Air Kolam Berbau Busuk Pada Budidaya Ikan Lele

Sobat, ada masalah dengan kolam anda? Kolam anda berbau busuk? Jangan kawatir, setelah anda baca artikel ini, anda akan mengetahui yang menyebabkan air kolam' berbau busuk.

Kolam merupakan media untuk membesarkan ikan, dan kolam yang sering berbau' busuk adalah kolam pembesaran untuk ikan lele. Ikan lele biasanya dipelihara dan dibesarkan dikolam tanah, kolam beton maupun kolam terpal. Namun 'yang lebih populer dan lebih praktis untuk digunakan adalah membudidayakan ikan lele di kolam terpal.

Penyebab Air Kolam Berbau Busuk Pada Budidaya Ikan Lele

Air kolam berbau busuk akan menyebabkan ikan lele yang anda pelihara stress dan mati, jika ikan lele yang dipelihara banyak yang mati tentu ini akan berdampak buruk pada hasil panen yang akan diraih yang seharusnya meraih keuntungan tapi malah kerugian yang didapat.

Kolam lele yang berbau busuk itu disebabkan karena adanya reaksi kimia yang terjadi didalam kolam. Pakan ikan yang diberikan pada ikan lele hanya diserap kurang lebih hanya 25-30% dari seluruh jumlah pakan yang diberikan, kemudian sisa pakan yang 70% akan menjadi sampah organik yang mengendap didasar kolam.

Hari demi hari endapan sisa pakan yang ada didasar kolam tersebut akan bertambah banyak dan menumpuk, dengan menumpuknya endapan tersebut lelepun enggan untuk berenang didasar kolam karena jelas disasar kolam tersebut mengalami penurunan kadar Oxigen (O2) terlarut.

Seiring bejalannya waktu dan pemberian pakan yang terus-menerus serta minimnya kandungan Oxigen (O2) yang terlarut didasar kolam, maka akan memicu tumbuh kembangnya Mikroba Anaerof.

Apa mikroba Anaerof itu?

Mikroba Anaerof 'adalah mikroba yang hidup atau dapat berkembang dilingkungan yang banyak mengandung sampah organik dan kurang Oxigen (O2). Mikroba Anaerof 'ini yang akan menguraikan sampah organik berupa endapan yang ada didasar kolam menjadi Amonia (NH3), Nitrit (NO3), Nitrat (NO2), dan lain sebagainya.

Jika Mikroba Anaerof sudah bekerja sampah organik berupa penumpukan endapan yang ada didasar kolam tersebut menjadi Amonia (NH3), maka air kolam lele akan berubah warna menjadi kuning pekat kecoklatan dan berbau busuk, sehingga lele akan banyak mengapung keatas dipermukaan air.

Jika air kolam sudah tercemar Amonia (NH3), maka ikan akan bergerak secara lamban dan nafsu makan ikan akan berkurang. Jika masalah yang demikian terjadi pada kolam anda, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan menguras dan memindahkan ikan lele pada kolam yang lain. Jika tidak segera dilakukan tindakan maka seluruh ikan yang ada didalam kolam tersebut akan mati secara keseluruhan.

Air kolam berbau busuk tidak akan terjadi pada kolam yang melakukan penggantian air secara rutin dan terjadwal, karena air kolam sudah terjaga kebersihannya, maka bakteri Anaerof 'tidak akan tumbuh kembang didalam kolam, sehingga tidak memicu adanya Amonia (NH3).

Setiap sesuatu yang mendatangkan masalah tentu sesuatu tersebut diiringi dengn obatnya. Jika ada bakteri yang mampu mengubah bahan organik menjadi racun tentu ada juga bakteri menguntungkan yang bisa mengubah bahan organik menjadi Protein (pakan alami).

Apa Nama Mikroba Itu?

Mikroba yang mampu mengubah bahan organik berupa endapan sisa pakan dan kotoran ikan lele menjadi Protein adalah mikroba Aerof.

Mikroba Aerof 'ini bekerja megubah bahan-bahan endapan organik yang berupa sisa pakan dan kotoran ikan lele dengan bantuan Oxigen (O2) yang cukup. Jika bakteri aerof 'ini mampu mengubah endapan organik yang ada didasar kolam menjadi protein, tentu masalah air kolam berbau busuk akan teratasi.

Bakteri Aerof ini bekerja dengan dukungan Oxigen (O2), jika Oxigen (O2) yang terlarut didalam air sangat minim maka bakteri Aerof 'ini tidak akan bekerja secara optimal dan ahirnya yang kembali bekerja adalah bakteri Anaerof (bakteri jahat).Bakteri 'Aerof'(bakteri baik) bisa didapat ditoko-toko penjual bahan-bahan perikanan, bakteri ini sudah dikemas didalam botol dengan kemasan yang sangat menarik, biasanya kebanyakan orang membeli dengan nama Probiotik. Sedangkan untuk menambahkan atau meningkatkan kandungan Oxigen (O2) terlarut didalam air olam, bisa menggunakan Aerasi atau Aerator.

Selain sebagai alat penyuplai kandungan Oxigen (O2) didalam kolam, Aerator juga berfungsi sebagai pengaduk endapan organik didasar kolam agar tidak menggumpal supaya bakteri Aerof' lebih mudah mengusir bakteri jahat tersebut.

Jika hal diatas sudah dilakukan secara maksimal, maka prahara mengenai air kolam berbau busuk tidak akan di alami oleh seorang pembudidaya. Penangan, pengetahuan, perhatian dan pemeliharaan yang baik akan menjadi kunci sukses dalam berbudidaya ikan lele. Mudah-mudahan artikel mengenai penyebab air kolam berbau busukini bermanfaat. Amin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel