Meminimalisir Biaya Perawatan Dengan Asuransi Kesehatan

Masalah kesehatan adalah masalah kita semua, kesehatan adalah nikmat yang diberikan Tuhan kepada umatnya dan tiada nilainya. Dengan nikmat ini orang terkadang lalai, ketika sehat dia menyianyiakannya, namun begitu sakit dia baru sadar kalau sehat itu ternyata sangat berharga bagi dirinya.

Meminimalisir Biaya Perawatan Dengan Asuransi Kesehatan

Kesehatan seseorang memang tidak dapat ditentukan begitu saja, kendati ia rajin berolah raga dan makan makanan yang sehat, tetapi jika Tuhan sudah menentukan dia sakit, kita sebagai manusia tidak bisa menolaknya. Apalagi jika sakit yang dideritanya adalah penyakit yang sangat tidak diinginkan, juga biaya yang akan dikeluarkan tidak sedikit.

Saat ini biaya pengobatan di Indonesia masih terbilang mahal, kendati pemerintah telah mengeluarkan kartu gratis untuk golongan tidak mampu dan askes bagi pegawai pemerintah atau perusahaan berskala besar. Namun masih dirasa kurang untuk mereka yang memiliki penghasilan di atas golongan tidak mampu tapi tidak memiliki askes.

Melihat kondisi ini tentunya pemerintah juga terus berbenah diri agar sistem pelayanan kesehatan dapat berlaku adil sehingga bagi mereka yang memiliki kemampuan rata-rata dapat juga menikmati pengobatan yang murah.

Apalagi mahal nya biaya rumah sakit saat ini yang tidak bisa dibayangkan, tarif kamar rawat inap salah satu rumah sakit ternama di Jakarta hampir menyamakan dengan tarif hotel berbintang 5 yang membedakan nya apabila kita menginap di hotel bintang 5 tentu nya kita akan tau kapan kita mau check out dari hotel bintang 5 tersebut, tetapi kalo dirumah sakit kita tidak bisa memprediksi kapan kita akan check out dari rumah sakit tersebut.

Semakin lama kita menginap dirumah sakit tentunya semakin besar biaya yang harus kita keluarkan belum lagi biaya obat obatan perhari bisa dua kali lipat dari harga tarif kamar salah satu nya pasien yang memerlukan obat paten yang harganya mahal sekali.

Lantas, bagaimana agar kita bisa mengatasi mahalnya biaya rumah sakit? Menurut Oscar Boldt-Christmas, Jonathan Dimson, dan Christian Kloss, dalam sebuah jurnal online tahun 2010 berjudul Supply and Demand Strategies for Lowering Spending on Hospitals (hal. 2) ada strategi dasar untuk menyikapi mahalnya biaya rumah sakit.

Salah satu hal yang mereka contohkan adalah bahwa saat ini pada beberapa kasus penyakit gagal ginjal, mereka bisa melakukan cuci darah di rumah. Namun, untuk melakukan cuci darah di rumah, butuh perhatian dan tanggung jawab yang khusus dibandingkan jika dilakukan di rumah sakit atau pusat perawatan kesehatan.

Tapi memang, jika ini bisa dilakukan, akan lebih nyaman dan lebih terjangkau biayanya. Hanya saja, harus selalu diingat, bahwa itu bisa dilakukan hanya atas petunjuk dari dokter dan ahli kesehatan. Namun, strategi tersebut hanya bisa dilakukan jika pasien tidak terlalu parah.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, untuk meminimalisir biaya perawatan:

'''' Menyiapkan dana darurat
Sebagaimana namanya, dana darurat adalah dana yang dikumpulkan dan sewaktu-waktu bisa diambil jika terjadi kondisi darurat. Salah satu dana darurat yang dianjurkan untuk disiapkan adalah dana untuk kebutuhan kesehatan. Menurut perencana keuangan Prita Ghozie, dana darurat bukan hanya penting saat ada kebutuhan mendadak.

Tapi, juga jadi penyambung hidup saat sesuatu yang buruk terjadi. Misalnya, ketika pencari nafkah utama keluarga kehilangan pekerjaan. Besarnya dana darurat ini relatif berbeda-beda bagi setiap orang. Tapi, menurut Prita, bagi yang sudah berkeluarga, idealnya adalah 8-12 kali pengeluaran rutin bulanan. (www.femina.co.id, 22 Maret 2015).

'''' Memiliki asuransi kesehatan
Menurut Randall R. Bovbejerg dan Jack Hadley dalam jurnal online tahun 2007 berjudul Why Health Insurance is Important, menyebutkan setidaknya ada beberapa manfaat asuransi kesehatan yang pasti didapatkan jika seseorang mempunyai asuransi kesehatan dibanding yang tidak memilikinya.

Beberapa yang disebutkan adalah:

1.''' Orang yang punya asuransi akan mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan efisien dari rumah sakit,
2.''' Mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan biasanya akan mendatangkan beban keuangan bagi diri dan keluarganya.
3.''' Mereka yang memiliki asuransi kesehatan bisa mendapatkan akses perawatan yang lebih baik dibanding yang tidak memilikinya.

Saat ini, di Indonesia sudah banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi kesehatan. Untuk itu, Anda bisa mengidentifikasi beberapa kebutuhan yang mungkin Anda perlukan jika suatu saat harus dirawat di rumah sakit. Misalnya, Anda ingin dirawat di ruang kelas seperti apa, apakah perlu tambahan jaminan perluasan untuk perawatan gigi dan mata, atau adakah kebutuhan khusus lain. Dari hasil identifikasi tersebut, Anda bisa mencari asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

'''' Meminta sejumlah keringanan dari rumah sakit
Jika memungkinkan, sebenarnya pasien atau keluarganya bisa meminta keringanan biaya dari obat-obatan dan jenis perawatan yang diberikan. Misalnya, meminta jenis obat generik untuk mendapatkan obat dengan harga lebih terjangkau, hingga meminta dirawat di ruang perawatan dengan biaya sewa yang lebih terjangkau.

Bahkan jika memungkinkan, karena salah satu komponen biaya rumah sakit adalah biaya sewa ruangan, kita bisa meminta pasien dirawat di rumah sendiri bila memungkinkan. Seperti yang diungkapkan oleh Oscar Boldt dkk (Supply and Demand Strategies for Lowering Spending on Hospitals,2010), keluarga bisa merawat pasien di rumah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel