Cara Meningkatkan Hasil Panen Ikan Lele

Dalam rangka mendukung pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil perikanan dan untuk 'meningkatkan produksi ikan lele nasional, dibutuhkan pembudidaya lokal yang memiliki keterampilan dalam meningkatkatkan hasil panen ikan lele untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Lele merupakan komunitas ikan air tawar yang banyak dibudidayakan dan digemari diseluruh penjuru Nusantara. Dengan banyaknya masyarakat yang mengemari ikan lele maka permintaan kebutuhan akan ikan lele terus meningkat, hal ini yang memicu sebagian pembudidaya ikan lele untuk memeras pikiran dan melakukan berbagai upaya untuk menekan permintaan pasar yang semakin hari semakin meningkat.'

Cara Meningkatkan Hasil Panen Ikan Lele

Budidaya lele memang tergolong budidaya yang mudah tapi tidak semudah membalikan telapak tangan. Para pembudidaya mengupayakan agar lele yang dipanen bisa memenuhi setandar permintaan pasar dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat. Tentu ini menjadi kendala, karena rata-rata lele yang dibesarkan membutuhkan waktu pemeliharaan kurang lebih 3 bulan. Sedangkan keinginan para pembudidaya untuk meningkatkan hasil panen ikan leledan memenuhi permintaan pasar harus dilakukan secepat dan seefisien 'mungkin.

Oleh karenanya, cara meningkatkan hasil panen ikan lele ini masih menjadi salah satu masalah bersama yang harus segera dipecahkan oleh para pembudidaya ikan lele agar hasil yang didapat bisa optimal.

Untuk meningkatkan hasil panen langkah pertama yang harus dipelajari adalah tentang sifat-sifat yang dimiliki oleh ikan lele. Bagaimana mungkin hasil panen akan meningkat jika kita tidak mengetahui sifat-sifat ikan lele dan harus seperti apa cara memperlakukannya.

Mengenal Sifat-Sifat Ikan Lele

Ikan lele merupakan hewan Nokturnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari. Hal ini mengartikan bahwa ikan lele akan jauh lebih efektif jika pemberian pakan dilakukan pada malam hari. Pemberian pakan yang tepat baik dari segi jumlah dan ukurannya akan lebih mengefisienkan biaya yang diperlukan dalam memproduksi per kilogramnya. Hal ini menandakan bahwa ikan lele akan lebih baik jika jumlah pakan yang dibrikan pada malam hari harus lebih banyak dari pada siang hari.

Ikan lele merupakan ikan yang memiliki sifat kanibalisme atau pemangsa sesama. Dengan sifat kanibal yang dimiliki menjadikan alasan yang kuat dalam keberhasilan membudidayakan ikan lele. Perbedaan ukuran ikan lele akan memicu ikan lele yang besar untuk memakan ikan lele yang kecil, tidak hanya itu sifat kanibalisme atau memakan sejenis ini ditimbulkan karena adanya kekurangan makanan.

Sifat kanibalisme ini dapat diatasi dengan melakukan penyortiran atau pemisahan berdasarkan ukuran yang terjadwal secara teratur serta pemberian pakan yang optimal, karena sifat kanibalisme yang dimiliki oleh ikan lele ini bisa menjadi penyebab kegagalan dalam budidaya ikan lele. Memisahkan ikan lele berukuran besar dengan ikan lele berukuran kecul ini merupakan cara meningkatkan hasil panen ikan lele. Jika pemisahan tidak dilakukan maka ikan yang berukuran kecil akan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan karena kalah bersaing dalam mendapatkan makan dan tidak menutup kemungkinan ikan yang berukuran besar akan memakan ikan yang berukuran lebih kecil.

Ikan lele memiliki sifat Omnivora yaitu hewan pemakan segala, tetapi ikan lele juga cenderung bersifat karnivora yaitu hewan pemakan daging. Ikan ini digolongkan pada Scavanger yaitu ikan pemakan bangkai. Pakan yang paling disukai ikan lele adalah pakan yang mengandung unsur hewani seperti jasad renik, cacing, jentik nyamuk, siput dan lain sebagainya. Pakan yang mengandung unsur hewani ini memiliki kadar protein yang sangat tinggi, sehingga jika ikan lele banyak diberi unsur makanan yang mengandung protein tinggi maka ikan lele akan tumbuh dengan sangat pesat.

Meningkatkan hasil panen merupakan hal yang harus bisa dicapai oleh seorang pembudidaya ikan lele, karena jika hasil,panen meningkat maka penghasilanpun akan ikut meningkat. Meningkatkan hasil panen ikan lele tidak luput dari usaha, usaha yang baik akan menghasilkan panen yang oftimal. Keberhasilan dalam meningkatkan hasil panen meliputi banyak hal, dari bibit yang berkualitas, pemilihan pakan, waktu pemberian pakan, dan pengelolaan air yang baik sehingga akan didapat hasil panen yang maksimal.

1. Memilih Bibit Ikan Lele

Bibit ikan lele yang berkualitas merupakan faktor pendukung tercapainya hasil yang optimal. Bibit lele yang terkenal memiliki pertumbuhan yang cepat adalah bibit lele sangkuriang, dengan bibit lele sangkuriang diharapkan mampu mempercepat hasil panen dengan hasil yang memuaskan.

2. Pemilihan pakan

Pakan merupakan asupan yang harus diberikan kepada ikan agar ikan bisa tumbuh dan berkembang, pemilihan pakan yang baik adalah pakan yang banyak mengandung protein hewani dan memiliki bau yang disukai ikan seperti bau amis atau bau daging. Pakan yang diberikan kepada ikan bisa berupa pakan alami maupun pakan buatan. Pakan alami bisa didapat dilingkungan sekeliling kita misalnya keong mas, bekicot, ikan runcah sisa para nelayan, daging ayam tiren tempat penjualan daging dan sebagainya. Dedangkan pakan buatan bisa kita dapat di toko-toko penjualan pakan ikan. Intinya, pakan apapun yang diberikan kepada si ikan lele harus memiliki kandungan protein yang tinggi, dengan protein yang tinggi maka ikan akan tumbuh dengan subur dan cepat.

3. Waktu Pemberian Pakan

Sehubungan dengan siftat nokturnal ikan lele atau sifat yang aktif dimalam hari, ini menunjukan atau menentukan bahwa ikan lele akan lebih cepat menghabiskan setiap makanan yang diberikan pada malam hari. Dengan pakan berprotein tinggi dan diberikan pada malam hari ini akan merangsang ikan lele tumbuh dengan cepat sehinnga memicu panen yang lebih cepat pula.

4. Penyortiran'

Penyortiran ini dilakukan agar tidak menghambat hasil panen ikan lele. Kenapa? Kerena jika penyortiran ikan tidak dilakukan maka pertumbuhan ikan yang besar akan semakin besar dan yang tertinggal tidak akan bertambah besar, ini diakibatkan semua makanan yang diberikan yang seharusnya dimakan oleh ikan secara merata, itu hanya dimakan oleh ikan yang berukuran besar saja. Sehingga ini akan menjadi penyebab terjadinya pemoloran hasil panen. Untuk itu penyortiran perlu dilakukan bahkan harus dilakukan.

5. Pengelolaan Air

Pengelolaan air yang baik juga merupakan salah satu cara meningkatkan hasil panen ikan lele. Pada umumnya ikan lele memang bisa hidup pada kondisi air yang kurang baik, tapi sejatinya semua upaya yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Lele memiliki mulut yang lebar dan usus yang pendek, dengan mulut yang lebar dan usus yang pendek ini memicu lele makan dengan jumlah yang banyak dan mengeluarkan kotoran dengan jumlah yang tidak sedikit pula. Bisa dibayangkan jika ikan lele setiap harinya membuang kotoran dengan jumlah yang banyak tentu kondisi air yang ada disekitarnya akan berubah warna dan berbau, tentu hal ini memicu terjadinya senyawa kimia yang bersifat racun bagi kehidupan ikan lele tersebut.'

Dengan kondisi air yang kurang baik dan berbau ini akan menyebabkan ikan lele banyak yang stres bahkan mati, sehingga hasil panen yang akan didapat kurang maksimal. Pengelolaan air kolam bisa dilakukan dengan mengganti air secara rutin dan tentunya dengan menambahkan probiaotik yang berfungsi sebagai pengurai kotoran ikan lele agar tidak menjadi racun bagi ikan lele itu sendiri.

Kesimpulan Cara Meningkatkan Hasil Panen Ikan Lele

Untuk meningkatkan hasil panen ikan lele, yang perlu dilakukan adalah penganan yang baik, pemilihan bibit yang berkualitas, pemilihan pakan yang baik yang mengandung protein tinggi, pemberian pakan lebih didomonankan pada malam hari, penyortiran yang terjadwal serta pengelolan air yang baik serta pemberian probiotik untuk merangsang tumbuh kembangnya bakteri pengurai kotoran ikan lele sehungga tidak terjadi penumpukan endapan didasar kolam yang memicu tumbuh kembangnya bakteri an aerof yang akan menjadi racun didalam lingkungan kolam.

Jika semua hal diatas sudah dilakukan secara baik dan benar, maka hasil panen yang didapat akan meningkat. Jika semua hal diatass sudah dilakukan namun hasil panen belum juga maksimal, maka yang perlu anda lakukan adalah mengoreksi ulang tahap yang bagian mana yang belum anada lakukan secara optimal. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel