Cara Membuat Kolam Bioflok Untuk Budidaya Ikan Lele

Cara Membuat Kolam Bioflok - Membuat kolam bioflok tentu menjadi langkah lanjutan bagi sahabat setelah sahabat mengetahui apa itu BIOFLOK dan seperti apa keunggulan dari teknologi tersebut. Jika tidak demikian, lalu dorongan apa yang membuat sahabat melangkah untuk membuat kolam bioflok.

Cara Membuat Kolam Bioflok

Teknologi bioflok yang baru-baru ini sangat menjanjikan, setabil dan berkelanjutan membuat banyak masyarakat tertarik untuk mencoba teknologi ini. Bioflok merupakan pengembangan dari budidaya dengan menggunakan intervensi bakteri yang mengakibatkan pertukaran nol air, sehingga air dapat digunakan dalam waktu sekali panen, tidak hanya itu teknologi bioflok ini mempu menekan FCR pakan karena pemanfaatan bakteri yang dapat menguraikan kandungan zat organik beracun terlarut dalam air menjadi protein sebagai sumber pakan alami bagi ikan lele yang sahabat budidayakan.
Sebelum sahabat berfikir untuk menerapkan teknologi bioflok ini pada ikan lele sahabat, silahkan sahabat baca artikel yang telah kami postkan sebelumnya mengenai Aplikasi Bioflok Pada Ikan Lele, siapa tau dengan membaca artikel tersebut bisa lebih mematangkan sahabat untuk menerapkan sistem bioflok ini pada ikan lele sahabat.

berlanjut pada tofik awal, disini saya akan meguraikan sedikit mengenai cara membuat kolam bioflok. Cara membuat kolam bioflok ini tidak begitu rumit, hanya saja membutuhkan ketelitian dan semangat dalam mengerjakannya. Bioflok sebenarnya bisa diaplikasikan pada kolam persegi maupun bulat, tetapi pada kolam persegi penerapannya kurang begitu efektif jika dibandingkan dengan kolam bulat. Kolam persegi tidak memiliki kemampuan untuk mengaduk flok secara merata, sedangkan pada kolam bulat flok akan secara maksimal. Mengapa demikian? Karena ikan lele akan terus berputar mengikuti putaran air dari dorongan aerase, sehingga flok akan terus melayang-layang diair, sedangkan pada kolam persegi, flok akan mengendap pada disudut-sudut kolam yang tidak teraduk oleh aerase. Jika hal ini terjadi, maka akan menumbuh kembangkan bakteri jahat yang akan berdampak negatif pada ikan lele sahabat.

Pembuatan kolam bioflok ini tidak berlaku bagi sahabat-sahabat yang memiliki modal lebih, karena media kolam bulat yang terbuat dari Fiber banyak dijumpai ditoko-toko perikanan yang besar dengan berbagai ukuran, sahabat hanya tinggal memesan dan tunggu beres, sahabat langsung bisa mengisi air tanpa memikirkan cara membuat dan memasang. tapi jika sahabat ingin sedikit menyusutkan cos modal, maka sahabat bisa membuat kolam bioflok seperti yang akan saya uraikan dibawah ini. Berikut langkah-langkahnya.

Setiap melakukan atau membuat sesuatu tentu membutuhkan persiapan, persiapan yang matang akan berujung pada hasil yang maksimal. Dalam persiapan ini anda harus mempersiapkan bahan-bahan dan alat untuk membuatnya.

Bahan-bahan membuat kolam bioflok

1. Pipa paralon ukuran 2' (inchi) lengkap dengan lel dan sambungannya L nya. Pipa paralon ini berfungsi untuk pipa Output air kolam yang diletakan disasar kolam.

2. Rangka besi dengan ketebalan 6 mm, rangka' besi berfungsi sebagai tulang rusuk sekaligus dinding penyangga untuk menahan tekanan air supaya terpal yang digunakan tidak sobek.

3. Pasir, batu bata, semen, bahan berfungsi untuk membuat pondasi lingkaran dengan ketinggian sekitar 20 cm dan dipasang secara melingkar mengelilingi kerangka besi. Tujuanya agar kolam yang nantinya sudah terisi air tidak lagi bergeser.

4. Cat, berfungsi untuk melapisi kerangka besi agar tidak mudah korosi.

5. Selang, berfungsi untuk menalirkan air dari suber air menuju kolam dan untuk menyuplai oxigen dari Aerase kedalam kolam.

6. Terpal bulat, sebagai media kolam

7. Aerator, alat penyuplai oxigen

Alat membuat kolam bioflok

1. Cangkul, berfungsi untuk meratakan permukaan tanah.

2.Sendok semen, berfungsi untuk memasang pondasi yang mengelilingi kerangka besi dan alat bantu lainnya yang menurut anda diperlukan.

Perhatian: disini saya tidak membahas mengenai perancangan kerangka bese, karena kerangka besi dibuat oleh jasa pengelasan. Tapi jika anda bisa mengerjakan pengelasan sendiri, maka anda setting pembuatan denga diameter 1 m dan tiggi 1,2 m.

Merangkai Kolam Bioflok

Ratakan tanah yang akan dipasang rangka kolam. Usahakan rata untuk mencegah terjadinya beban yang tidak seimbang yang akan mengakibatkan kemiringan kerangka kolam setelah diisi air. Pastikan jika kontur (struktur) tanah datar sehingga tekanan air akan berfokus ditengah, bukan kesamping yang khawatirnya membuat dinding (rangka) tidak bertahan lama. Untuk keperluan irigasi posisi tanah lebih rendah pada bagian tengah kolam (model V) sehingga saat membuang air maka tidak ada air yang tersisa didalam kolam.tujuan lain supaya kotoran sisa pakan dapat berkumpul dilingkup V dan keluar melalui pipa pembuangan bersama dengan air.

no 1.' menunjukan pipa input air menuju kolam

no 2.' menunjukan dinding atau kerangka kolam

no 3. menunjukan pipa output pembuangan air pada didasar kolam.

no 4. sambungan pipa pembuangan / output

no 5. batas ketinggian air kolam
Memasang pipa paralon untuk saluran pembuangan air kolam, pipa paralon ini dipasang tepat pada tengah-tengah kolam, jika kolam berdiameter 2 m maka paralon dapasang pada jari-jar 1 m, dengan penjang menyesuaikan jarak pembuangan air kolam. Pasang juga sambungan L pada satu ujung pipa paralon yang nantinya diletakkan pada dasar kolam, kemudian rekatkan menggnakan lem agar tidak lepas saat dipasang.

Setelah selesai, letakkan pipa paralon pada tanah yang sudah diratakan, kemudian tekan seperti gambar dibawah.

Siapkan kerangka kolam, kemudian pasang kerangka kolam pada tanah yang telah disetting dan dipasang paralon tersebut, pastikan saat pemasangan rata dan kencang. Setelah pemasangan lakukan pengecetan agar tehindar dari korosi.

Setelah semua selesai langkah selanjutnya memasang terpal dan saringan pipa pembuangan yang berada dudasar kolam, lakukan pemasangan saringan pipa pembuangan dengan teliti, karena ini akan menentukan bocor dan tidaknya air kolam, berikut langkah-langkahnya.

1. Lakukan pemasangan gambar seperti diatas, usahakan saat memasang terpal tidak ada bagian yang terlipat karena berpotensi menumpuknya endapan dan tidak meratanya pergerakan air saat kolam sudah terisi air dan ikan.

2. Lakukan pemasangan saringan paralon pada dasar kolam dengan baik dan benar, seperti gambar dibawah, dan pastikan pemasangan saringan rapat dan kencang supaya pada saat diisi ikan tidak lepas.

Memasang aerase ini bisa menyesuaikan jarak kolam dengan tempat aerase diletakkan. Hal ini cukup mudah, saya anggap semua orang bisa memasangnya.

Intinya pemasangan dilakukan setelah kolam bioflok siap dioprasikan. Dengan memasang satu ujung selang pada aerase dan satu ujung selang dimasukan kedalam kolam yang diberi pemberat. Demikianlah langkah atau cara membuat kolam bioflok yang bisa saya uraikan, semoga bermanfaat. terimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel