Cara Mencegah Kegagalan Dalam Budidaya Ikan Lele : Pemilihan Bibit, Persiapan Kolam Air dan Pemeliharaan

Budidaya Ikan Lele - Bagi sebagian orang membudidayakan ikan lele adalah sebuah kegiatan yang memiliki dua peran sekaligus, yang pertama sebagai hiburan bagi orang yang hoby memelihara ikan dan yang kedua sebagai bisnis.'

Bagi para penggemar lele yang memelihara hanya sebagai hiburan, tentu tidak terlalu diambil pusing jika ikan yang akan dihasilkan tidak maksimal kerena yang dicari hanyalah kesenangan, tetapi bagi sebagian orang yang memilih lele sebagai ladang bisnis tentu menjadi masalah yang serius jika ikan yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang ditargetkan.

Mencegah Kegagalan Dalam Budidaya Ikan Lele

Lele banyak digemari oleh banyak orang bahkan permintaan lele Nasional terus mengalami kenaikan yang signifikan, hal ini tentu menjadi peluang bisnis yang sangat menggiurkan terutama bagi pemula. Bagi para pembisnis terutama bagi para pembinis pemula yang beralih untuk membudidayakan lele, sering kali salah dalam mengambil langkah sehingga banyak yang mengalami kegagalan.

Gagal merupakan kesuksesan yang tertunda, tetapi tidak sedikit orang yang mengalami kegagalan terus enggan untuk mencoba kembali, hal ini disebabkan karena persiapan dan minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh para pemula. Berikut ini akan kami 3 cara jitu mencegah kegagalan dalam budidaya ikan lele

1. Memilih kualitas bibit lele

Kebanyakan orang mendapatkan bibit dengan cara membeli ke pasar ataupun kepada orang yang memijahkan tanpa menyelidiki kualitas induk yang dipijahkan, hal ini tentu sangat bermasalah karena bibit yang kurang berkualitas akan mengakibatkan tidak disiplinya waktu dalam pembesarannya. Tidak hanya itu bibit yang tidak berkualitas sangat rentan terhadap penyakit dan dekat dengan kematian, jika bibit tersebut terserang penyakit maka besar kemungkinan hasil yang akan didapatpun sedikit.

Benar adanya pepatah bahwa mencegah itu lebih baik dari pada mengobati karena bibit yang sudah terjangkit penyakit kemungkinan untuk sembuh hanya 25% itupun harus dengan penanganan yang extra.

Baru terjangkit saja itu sudah merupakan suatu kerugian, kenapa? Karena yang namanya sakit pasti mengalami penurunan dalam segala hal terutama napsu makan ikan, jika napsu makan ikan saja berkurang tentu pertumbuhannyapun akan terhambat yang akan mengakibatkan ketidak disiplinan waktu yang tadinya ditargetkan akan panen kurun waktu ' 3 bulan tetapi molor sampe 5 bulan.'

Lalu bagaimana cara memilih bibit yang berkualitas? Bibit yang berkualitas bisa kita dapat dari sumber-sumber terpercaya terutama dibawah binaan pemerintah. Jika didaerah kita belum tersedia bibit binaan pemerintah maka kita bisa memilih bibit yang berkualitas berdasarkan ciri-cirinya.'

1. Bibit yang berkualitas sangatlah lincah dan agresif. Jika bibit yang akan kita beli terlihat lamban dalam berenang dan kurang agresif, maka harus anda hindari karena besar kemungkinan bibit tersebut memilikit kualitas yang buruk.

2. Bibit yang berkualitas jika diletakan pada air yang mengalir maka bibit ikan tersebut akan berenang melawan arus menuju tempat yang lebih tinggi. Jika bibit ikan tersebut terlihat lemas dan terbawa arus itu menandakan bibit ikan tersebut kurang sehat.

3. Bibit yang berkualitas ukurannta seragam, ukuran juga menentukan kesuksesan dalam membesarkan lele, karena hal tersebuta adalah salah satu cara mengatasai sifat kanibalisme yang dimiliki ikan lele. Bibit ikan lele yang banyak di budidayakan adalah lele sangkuriang karena memiliki cos waktu yang relatif cepat dan memiliki kualitas yang baik.

2. Persiapan dan kematangan air kolam sebelum tebar bibit

Persiapan dan kematangan air kolam ini juga merupakan salah satu faktor yang akan menentukan berhasil dan tidaknya dalam membudidayakan iken lele. Memang benar adanya bahwa ikan lele sanggup dan mampu bertahan pada kondisi air yang buruk, tetapi yang perlu kita ketahui bahwa setiap kehidupan mahluk itu sama, jika berada didalam kondisi yang nyaman atau zona aman tentu kehidupannyapun akan mengalami perkembangan yang baik pula.

Banyak orang yang menemui kegagalan saat penebaran bibit diantaranya bibit banyak yang mati dan stress. Penyebabnya adalah air yang berada didalam kolam belum setabil karena kandungan PH didalam air masih tinggi dan hal ini yang akan menjadikan ikan berputar diatas permukaan air dan terdapat banyak luka di seluruh tubuhnya yang selanjutnya akan mati.

Hal demikian banyak terjadi dan banyak dikeluhkan oleh para pamula, pemula tertarik membudidayakan lele karena hanya tergiur dengan peluang dan kemudahan, yang mereka pikirkan hanyalah kesingkatan tanpa memikirkan lika-likunya.

Data surpei menyatakan bahwa banyak pemula yang yang mengatakan bahawa 'budidaya lele itu gampang, tinggal tebar, kasih makan, panen, trus dapet uang' tidak semudah itu karena tanpa pengetahuan usaha yang kita jalani akan tinggal cerita.

Berikut ini akan kami jelaskan ciri-ciri air kolam yang sudah siap tebar dan cara mematangkanya.

Ciri-ciri air kolam yang sudah matang dan siap untuk ditebar bibit adalah sebagai berikut:'

1. Air kolam akan terlihat hijau bening, hal tersebut menandakan bahwa mikro organisme sudah banyak tumbuh didalam air kolam tersebut.

2. Terdapat jentik nyamuk dan cacing merah, jentik nyamuk akan teumbuh pada air yang tergenang dan cacing merah adalah hasil telur nyamuk sebelum menjadi jentik nyamuk, dengan terdapatnya jentik dan cacing mereh maka ini sangat menguntungkan dan bermanfaat sebagai tambahan makanan bagi bibit ikan lele.

3. Terdapat gumpalan-gumpalan hitam yang mengendap didasar kolam, jika kita ambil maka gumpalan tersebut akan pecah dan terdapat banyak cacing kecil dengan warna hitam.

Peringatan: sebelum ditebar bibit ikan lele, terlebih dahulu harus mengukur kandungan PH menggunakan alan pengukur PH. dan Ph yang Baik kurang lebi 7. jika lebih maka ttunggu sampai PH air netral.

Jika air kolam sudah memenuhi ciri-ciri seperti yang diatas dan memeiliki ph ' 7 maka kolam tersebut sedah memenuhi syarat untuk ditebar benih ikan lele, lalu bagaimana cara supaya ikan air kolam tersebut biasa memenuhi syarat sebagaimana diatas? Tentu semua hal memiliki cara. Caranya akan kami uraikan sebagai berikut:

Kolam terpal dan beton
1. Isi kolam dengan air setinggi 30-40 cm untuk ukuran benih 5-7 cm

2. Masukan kotoran ternak sebanyak satu kantong karung '15 kg ikat dan rendam didalam kolam, untuk 15 kg kotoran ternak diperuntukan kolam dengan ukuran 2x4x0,4 m

3. Masukan juga probiotik 100 gram dan molase atau tetes tebu sebanyak 1 liter, jika tidak menemukan molase atau tetes tebu bisa menggunakan gula pasir ataun gula batu.

4. Masukan juga daun pepaya secukupnya guna merangsang pertumbuhan mikro organisme air kolam.

5. Tambahkan 3 sendok garam dapur per 1 meter persegi air kedalam kolam

Setelah semua hal tersebut dilakukan tunggu atau diamkan selama 10-14 hari sampai memenuhi ciri-ciri bahwa air kolam tersebut sudah matang dan siap untuk ditebari benih lele.

Kolam tanah

1. Sebelum diisi air, terlebih dahulu dasar kolam ditebari pupuk organik atau kompos dan kapur. Untuk ukuran kolam tanah 4x6x0,4 m bisa ditebari pupuk organik sebanyak 15 kg dan kapur secukupnya, kapur yang biasa digunakan adalah kapur dolomit banyak terdapat ditoko material. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan mikro organisme yang berfungsi sebagai makanan bagi bibit lele.

2. Selanjutnya isi air dengan ketinggian 0,4 m dan ditambah 2 hari sekali karena kemungkinan air yang berada dikolam tanah mengalami pengurangan akibat penguapan dan peresapan.

Tambahkan probiaotik dan molase secukupnya dengan dosis 10 ml per meter persegi atau dengan gula pasir 2 sendok makan per meter persegi.

3. Masukan juga daun pepaya untuk mempercepat hijaunya air kolam dan mempercepat pertumbuhan cacing merah dan jentik nyamuk.

Setelah semua selesai dilakukan tunggu atau diamkan selama 10-14 hari sampai air matang dengan ph rendah serta kaya akan makanan alami.

3. Pemeliharaan


Selain pemilihan kualitas benih ikan dan persiapan sebelum menebaran ada juga yang harus dilakukan yakni pemeliharaan, disinilah letak dimana kita akan menemukan banyak kendala dan masalah yang bermacam-macam jenisnya, hal tersebut tentu akan sangat menyulitkan kita terutama para pemula. Jika dalam bisnis budidaya ini kita mampu mepertahankan keadaan lele secara setabil tentu akan menjadi nilai plus dan kecondongan terhadap keberhasilan.

Namun tidak sedikit yang berhasil dan tidak sedikit pula yang gagal, itu sudah menjadi teka-teki dan permasalahan yang kompleks yang dialami oleh para pembudidaya ikan leletersebut.

Pemeliharaan akan berhasil jika kita fokus dan konsisten dalam suatu hal contohnya waktu pemberian pakan, jenis pakan yang diberikan, ukuran pakan yang diberikan, menjaga kualitas air, penangan yang cepat dan tepat terhadap penyakit dan sebagainya, semua tidak terlepas dari upaya dan pengetahuan yang kita miliki. Berikut akan kami paparkan cara pemeliharaan yang baik dan benar.

Pertama, pemilihan pakan.

Pakan adalah hal utama dan pertama yang dibutuhkan ikan untuk pertumbuhannya, pakan dengan kandungan protein yang tinggi akan mempercepat pertumbuhan ikan.

Bagaimana cara mengetahui pakan apa yang cocok untuk ikan agar pertumbuhannya cepat? Istilah jawa modern mengatakan bahwa rego gowo rupo, yang mana harga akan menentukan kualitas dari suatu barang, jadi jika harganya baik pasti kualitasnya juga baik. Dan pakan juga disarankan tidak bpleh ganti-ganti, karena apabila pakan ganti dari satu pakan kepakan yang lainya maka nafsu makan ikan berkurang dan membutuhkan waktu untuk memulihkan nafsu ikan tersebut.

Kedua, waktu pemberian pakan

Waktu pemberian pakan juga sangat berpengaruh kerena jika kita tidak konsisten dalam meberikan pakan maka hal ini akan mempengaruhi nafsu makan ikan dan akan berimbas pada keterlambatan dalam pertumbuhan.

Ketiga, ukuran pakan yang diberikan pada ikan

Hal ini yang banyak diremehkan,disepelekan dan diacuhkan oleh para pembudidaya sehingga berahir dengan kebangkritan dan ahirnya gulung tikar. Sebenarnya hanya hal yang sepele tapi sangat kerasa dapaknya. Sering terdengar bahwa para pembudidaya berkeluh bahwa ikan lele itu rakus, banyak makan, jebol pakan, ini karena para pembudidaya tidak memiliki cukup pengetahuan tentang cara memanagemen pakan ikan.

Pada dasarnya semua hal dan tindakan harus kita perhitungkan termasuh masalah pemberian pakan. Ikan akan tumbuh secara teratur dengan asupan makan yang teratur. Lalu seperti apa caranya? Jika ikan dengan berat badab 10 gram, dengan jumlah 1000 ekor dan pemberian pakan 3 kali dalam sehari maka pakan yang harus diberikan adalah 500 gram. Jika 3 kali dalm sehari maka sekali memberi makan adal 167 gram/kali makan.

Lalu bagaimana cara menghitungnya? Berikut penjelasannya:

Diketahui:

B = Berat ikan per ekor 10 gram
K= pemberian pakan 5% dari berat ikan (ketentuan)

J' = Jumlah ikan 1000 ekor''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

T = Waktu pemberian pakan 3 kali sehari

Ditanya: jumlah pakan yang diberikan per satu kali pakan (X)?

Jawab!

pertama: berat ikan per ekor dikali jumlah ikan dalam satu kolam= 10 x 1000 = 10.000
kedua: 5% dari berat badan dibagi 100 karena persen = 0,05
ketiga : hasil pertama dikali hasil kedua = 500 gram
keempat: hasil langkah ketiga dibagi waktu pemberian pakan = 167 gram'

Jadi pakan ikan yang dibutuhkan untuk 1000 ekor bibit dengan ukuran berat 10 gram dibutuhkan 500 gram pakan dalam sehari dan 167 dalam satu kali pakan. Perhitungan ini dilakukan untuk mengatasi jebolnya pakan dan pemberian pakan harus ditambah seminggu sekali dengan mensample beberapa ikan untuk di timbang untuk menentukan ukuran pakan ikan yang akan diberikan.

Keempat, management air

Air juga memerlukan mangement yang baik, karena kualitas air juga menentukan pertumbuahan ikan. Jika ikan hidup dimedia yang baik, tidak menutup kemungkinan bahwa ikan tersebut juga akan tumbuh secara baik dan cepat.

Seiring berjalannya waktu air akan berubah menjadi lebih pekat karena kandungan amonia yang ada didalam kolam, apa itu amonia? Amonia adalah zat yang tercampur didalam air yng diakibatkan adanya kotoran ikan dan sisa pakan yang nantinya akan merangsang hidup kembangnya bakteri an aerop yng menyebabkan air kolam akan menjadi bau seperti bangkai.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan lele tersebut dan mengakibatkan lele tumbuh lamban, sering mengapung dipermukaan air, stres bahkan mengakibatkan kematian.

Mengatasi hal tersebut yang harus dilakukan adalah memanagement air secara konsisten dan menambahkan probiaotik pada kolam. Kolam harus setiap hari dilakukan pengurangan dan penambahan air, dengan membuang sebagian air yang berada didalam kolam kurang lebihnya 30 liter maka kotoran yang ada didasar kolam akan ikut terbuang dan kemudian ditambah kembali dengan air yang bersih sebanyak 30 liter juga.

Selain itu kita juga bisa menambahkan aerator untuk mensirkulasikan oxigen didasar kolam yang bertujuan untuk menekan pertumbuahan mikro organisme jahat yang berada didalam kolam.

Kelima, 'penanganan penyakit

Penyakit yang datang menyerang lele disebabkan oleh keadaan didalam kolam itu sendiri, jika pemeliharaan yang kita lakukan baik maka segala penyakit tidak akan menyerang lele kita dan jika ada salah satu lele yang terjangkit penyakit, segera tangan dengan cara memisahkan lele yang sakit ke tempat yang lain.

Demikianlah artikel mengenai 3 cara jitu mencegah kegagalan dalam budidaya ikan lele, semoga bermanfaat. Artikel ini saya tulis semata-mata hanya untuk berbagi dan menuangkan pengalaman yang pernah saya alamai pada sebuah media. Semoga ini menjadi pahala bagi saya dan menjadi manfaat bagi anda semua yang membacanya. amin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel