4 Penyebab Asuransi Jiwa Murah Menjadi Mahal

Asuransi Jiwa Murah - Jika bisa dikatakan, banyak jumlahnya perusahaan yang menawarkan berbagai macam asuransi. Bahkan, beberapa perusahaan ini mendapatkan berbagai penghargaan atas kinerja yang baik dan pelayanan yang baik. Tidak sedikit pula yang menawarkan asuransi jiwa murah dengan premi di bawah Rp 50.000 dengan uang pertanggungan mencapai milyaran rupiah. Akan tetapi, murah atau tidak kembali lagi pada diri pemegang polis atau peserta asuransi tersebut. karna biasanya asuransi jiwa yang murah itu ada beberapa kelemahanya.

4 Penyebab Asuransi Jiwa Murah Menjadi Mahal

Setiap perusahaan asuransi, pasti menawarkan asuransi jiwa murah dengan besaran uang tanggungan yang besar. Akan tetapi, seringnya, kesalahan yang dilakukan oleh peserta asuransi kemudian membuat biaya premi semakin mahal. Kira-kira, apa saja sebabnya asuransi murah kemudian menjadi mahal?

Salah Memilih Jenis Asuransi

Dalam memilih jenis asuransi, fokusnya bukan hanya besaran uang pertanggungan yang akan didapatkan melainkan dari sisi kebutuhannya. Sebagai contoh, berharap ingin mendapatkan perlindungan seumur hidup, kemudian memilih jenis Asuransi Seumur Hidup (Whole Life Insurance) akan tetapi tidak tahu jika semakin bertambahnya umur maka biaya premi juga akan semakin mahal.

Mengambil Rider Yang Tidak Perlu

Biasanya agen asuransi selain menawarkan produk asuransi yang utama, akan menawarkan tambahan lain yang disebut dengan rider. Rider ini bagi para agen menjadi keuntungan tersendiri karena mereka akan mendapatkan fee tambahan ketika rider terbeli. Sayangnya, banyak peserta asuransi yang tidak tahu hal ini dengan baik sehingga mengambil rider tanpa memperhatikan berbagai hal tentang rider itu sendiri. Sebagai contoh, ada asuransi jiwa dengan rider berupa jaminan kesehatan atau berobat.

Ketika rider ini diambil, tentu akan menambah biaya premi yang harus dibayar. Inilah yang membuat asuransi jiwa murah akan menjadi lebih mahal. Selain itu, tidak jelas kapan asuransi yang bersifat tambahan atau rider itu bisa digunakan. Apalagi jika sudah mendapatkan jaminan kesehatan atau berobat dari kantor, maka berarti akan membayar double untuk jenis yang sama. Jika sudah memiliki jaminan kesehatan atau berobat dari kantor, kenapa harus membeli rider?

Memilih Asuransi Jiwa Ketika Sudah Tua atau Berpenyakit


Seperti sudah diketahui jika asuransi jiwa memiliki besaran premi yang beragam sesuai dengan jenis asuransi jiwa yang dipilih dan tergantung dari kondisi peserta asuransi tersebut. Oleh sebab itu, premi akan menjadi semakin mahal jika umur peserta asuransi sudah tua atau memiliki penyakit yang masuk dalam kategori tertentu di dalam persyaratan klaim. Dengan kata lain, semakin tinggi resiko untuk terjadinya klaim sebelum masa kontrak atau proteksi selesai, maka semakin tinggi besaran premi yang harus dibayar.

Tidak Memilih Jenis Asuransi Jiwa Murni

Asuransi jiwa memiliki beragam produk turunan seperti Asuransi Jiwa Dwiguna, Asuransi Jiwa Unit Link dan lain-lain. Tidak memilih asuransi jiwa murni berarti akan membayar premi yang tidak hanya digunakan untuk asuransi saja melainkan untuk hal lainnya.

Sebagai contoh, Asuransi Jiwa Dwiguna adalah jenis asuransi jiwa yang memiliki dua manfaat seperti untuk asuransi jiwa murni dan bisa digunakan untuk yang lain seperti klaim karena keperluan pendidikan. Karena bersifat double (ganda) maka jenis asuransi yang satu ini memiliki biaya premi yang sangat tinggi hingga mencapai jutaan rupiah tiap bulannya.

Dari sini, maka asuransi jiwa murah akan terkesan sangat mahal dibayar karena pada dasarnya yang dibayar bukan hanya biaya premi yang pokok saja melainkan juga tambahan lainnya. Bisa dibandingkan antara asuransi jiwa murni dengan yang lainnya. tetapi jika anda mengingikan asuransi yang ideal maka Tapro Dari Allianz adalah pilihan tepat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel